Langkah-langkah Mendaftar KIP-Kuliah

KIP-Kuliah atau yang dulu dikenal dengan nama Beasiswa Bidikmisi merupakan bantuan biaya pendidikan yang diberikan untuk mahasiswa yang memiliki potensi akademik tetapi terkendala dengan kemampuan ekonomi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. 

Beasiswa ini tentunya sangat diminati oleh  calon atau mahasiswa yang sudah kuliah di perguruan tinggi tertentu. Selain karena tidak perlu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT)/Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), juga diberikan uang saku  pada tiap semesternya. Bantuan tersebut diberikan secara penuh selama delapan semester atau selama empat tahun. 

Persyaratan KIP-Kuliah 

  1. Penerima KIP Kuliah adalah Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun berjalan atau lulus 2 (dua) tahun sebelumnya.
  2. Memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi yang didukung bukti dokumen yang sah.
  3. Lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui semua jalur masuk Perguruan Tinggi dan diterima di PTN atau PTS pada Program Studi yang telah terakreditasi.
Selain tiga persyaratan di atas, calon penerima KIP-Kuliah wajib memenuhi salah satu syarat di bawah ini:

1. Memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP).
2Berasal dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
3Memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
4Merupakan mahasiswa dari panti sosial/asuhan.
5. Mahasiswa dari keluarga yang masuk dalam desil kurang atau sama dengan kategori 4 (empat) pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 

Catatan : Jika calon penerima KIP-Kuliah tidak memiliki salah satu dari kelimanya, boleh mengajukan dengan melampirkan  bukti pendapatan kotor gabungan kedua orang tua dengan nominal di bawah Rp. 4.000.000 (empat juta rupiah) perbulan atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). (Laman resmi KIP-Kuliah)

Pendaftaran KIP-Kuliah

Untuk jenis pendaftaran terdiri dari dua cara, pertama siswa dapat;

1. Mendaftar secara mandiri melalui Daftar Mandiri Siswa dengan memasukan:
  • Nomor Induk Kependudukan (NIK) 
  • Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)
  • Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
  • Alamat Emali (Disarankan menggunakan Gmail) untuk menerima informasi tentang akun pendaftaran.

2. Setelah memasukkan data tersebut  dengan benar, pendaftar akan menerima email yang berisi informasi login berupa nomor pendaftaran dan kode akses. 
3. Klik Halaman Login Berikut dan masukkan nomor pendaftaran serta kode akses yang sudah didapatkan tadi
4. Setelah berhasil masuk, pendaftar menyelesaikan proses pendaftaran dengan melengkapi data-data yang diminta. 
5. Terakhir, sisa mendaftar untuk mengikuti seleksi  SNMPTN dan SBMPTN ke Panitia Seleksi Nasional.

Untuk cara pendaftaran cara kedua, Perguruan Tinggi mendaftarkan mahasiswa yang sudah dinyatakann diterima secara sah di kampus tersebut. 

Tips untuk Pendaftar dan Penerima KIP-Kuliah

Tips ini diberikan berdasarkan pengalaman langsung oleh penulis yang juga merupakan penerima Beasiswa Bidikmisi
  • Jangan pernah memanipulasi data apapun, seperti penghasilan orang tua dan data-data yang lainnya. Tak dipungkiri, untuk mendapatkan beasiswa ini, banyak yang melakukan manipulasi data pada akun KIP-Kuliahnya. Ini menjadi penting karena tidak serta merta data yang kita masukkan akan langsung diterima oleh pihak seleksi, akan ada rangkaian peninjauan data ulang bahkan verivikasi langsung oleh tim seleksi, termasuk juga akan ada proses wawancara langsung untuk calon penerima. Jika ditemukan kejanggalan atau ketidaksesuaian, bukan tidak mungkin potensi untuk diterima akan semakin kecil, dan bahkan cenderung ditolak.
  • Berikan penjelasan seadanya sesuai dengan keadaan ekonomi keluarga pada  saat melakukan wawancara. Jangan terlihat ragu saat menjawab pertanyaan pewawancara, karena itu juga akan menjadi bahan penilaian dan pertimbangan untuk anda bisa diterima sebagai penerima beasiswa KIP-Kuliah.
  • Jika telah dinyatakan lolos seleksi, berikan prestasi akademik yang sebaik-baiknya, karena ada tuntunan yang harus dilakukan oleh setiap penerima beasiswa ini, seperti nilai akademik yang baik dan keaktifan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan-kegiatan di kampus. Beasiswa dapat saja dicabut ketika nilai akademik atau IPK tidak mencapai standar (Biasanya 3.00) dan juga mahasiswa menunujukkan perilaku kurang baik yang merupakan pelanggaran atas ketentuan-ketentuan yang ada di perguruan tinggi. 
Sekian untuk artikel kali ini, semoga bermanfaat! Jika ada pertanyaan boleh diajukan melalui menu kontak di atas.

Advertise the footer of the article

Anti Kopas