Sejarah Lengkap Kemerdekaan Indonesia: Masa Penjajahan dan Setelah Kemerdekaan

Gambar: m.kaskus.co.id

Peringatan 17 Agustus 1945 yang menandai kemerdekaan Indonesia sebentar lagi akan diperingati. Perjalanan panjang dalam meraih cita-cita kemerdekaan adalah salah satu alasan akan pentingnya menghadirkan kembali semangat yang telah dicontohkan oleh para pejuang kemerdekaan masa lalu.

Sebagai bangsa yang berkewajiban untuk selalu memiliki jiwa nasionalisme atau kecintaan terhadap tanah air, sudah seyogyanya kita paham akan perjalanan bangsa kita sendiri. Dengan momentum peringatan kemerdekaan kali ini, admin kembali menulis artikel tentang Sejarah kemerdekaan Indonesia mulai dari masa penjajahan hingga setelah Indonesia merdeka

Masa Penjajahan


Sejak berakhirnya masa kerajaan di Indonesia, masuklah bangsa Barat seperti Portugis dan Spanyol yang disusul oleh bangsa Belanda pada abad ke XVI tepatnya tahun 1596. Keberadaan Belanda dapat dikatakan berhasil menguasai Indonesia pada saat itu, mereka mengeruk keuntungan sebesar-besarnya  sementara rakyat Indonesia mengalami penderitaan lahir dan batin. Belanda melakukan dominasi politik, eksploitasi ekonomi, dan memperlakukan rakyat Indonesia dengan sewenang-wenang.

Belanda menerapkan politik "adu domba" dan melakukan diskriminasi rasial kepada rakyat Indonesia. Kondisi masyarakat yang semakin parah akibat penjajahan tersebut membangkitkan perlawanan yang dipimpin oleh para tokoh perjuangan seperti Sultan Ageng Tirtayasa, Cik Dik Tiro, Sultan Hasanuddin, Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, dan beberapa pahlawan nasional lainnya. Namun perlawanan-perlawanan tersebut mengalami kegagalan karena pada waktu itu belum terpupuk kesadaran nasional dan perjuangan yang dilakukan masih bersifat kedaerahan ( Setidjo Panji, 2009).

Perlawanan  terhadap penjajahan Belanda terus dilakukan, secara fisik maupun secara politik. Munculnya kesadaran para pejuang dan golongan terpelajar Indonesia serta situasi internasional yang menimbulkan pergerakan di kalangan negara-negara terjajah, pada 20 Mei 1908 berdirilah organisasi Boedi Oetomo yang didirikan oleh dr. Soetomo dan kawan-kawan dengan ketuanya Dr. Wahidin Sudiro Husodo.

Setelah gerakan Boedi Oetomo pada tahun 1908, kemudian dilanjutkan dengan berdirinya Serikat Dagang Islam pada tahun 1909 pimpinan H. Samahudi yang kemudian pada tahun 1911 berubah menjadi Serikat Islam di bawah pimpinan HOS Tjokrominoto. Pada 1912 berdiri organisasi Islam Muhammadiyah di Yogyakarta di bawah pimpinan K.H. Ahmad Dahlan.

Setelah itu pada 1915 berdiri Indische Party yang didirikan oleh tiga tokoh yang dikenal dengan sebutan tiga serangkai, Ki Haja Dewantara, dr. Tjipto Mangunkusumo, dan Douwes Dekker. Selanjutnya pada 1926 di kalangan ulama Nusantara lahirlah Jamiyah Nahdatul Ulama di bawah pimpinan K.H. Hasyim Asy`ari di Surabaya. Berikutnya pada tahun 1927 berdiri  Partai Nasional Indonesia (PNI) yang dipimpin oleh Ir. Soekarno.

Kehadiran organisasi-organisasi tersebut tentunya memiliki tujuan perlawanan dan perjuangan untuk Indonesia Merdeka

Tak sampai disitu, pada tahun 1928, lahir  Sumpah Pemuda, yaitu golongan pemuda yang menghendaki persatuan dan bertujuan mencanankan cita-cita kemerdekaan. Sumpah pemuda merupakan hasil cetusan dari Perhimpunan Indonesia Nederland, Partai Nasional Indonesia, dan Pemuda Indonesia.

Sumpah Pemuda inilah yang menjadi cikal bakal pendorong perjuangan kemerdekaan Indonesia yang semakin tegas memperkuat persatuan nasional sebagai bekal menuju cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Selanjutnya pada saat perang dunia II berlangsung, Jepang mendarat di Indonesia melalui Tarakan, Minahasa, Sulawesi, Balikpapan, Ambon, Batavia, dan Bandung. Kehadiran Jepang saat itu sekaligus menjadikan Belanda harus menyerah kepada tentara Jepang pada tanggal  9 Maret 1942. 

Sejak saat itulah, Bangsa Indonesia berada dalam jajahan tentara Jepang dan Wilayah Indonesia dibagi menjadi dua bagian, pertama: Pulau Jawa dan Sumatera di bawah kekuasaan Agkatan Darat, dan kedua: Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Irian dan Nusa tenggara di bawah kekuasaan Angkatan Laut.

Bangsa Indonesia terus melakukan perlawanan terhadap Jepang dan perlawanan tetap berlanjut sampai tentara Jepang terdesak oleh sekutu pada 1944-1945. Pada tanggal 29 April 1945, pemerintah Jepang membentuk sebuah badan yang bertugas menyelidiki kemungkinan Indonesia Merdeka. Badan tersebut bernama Dokoritsu Junbi Choosakai atau BPUPKI yang didlantik pada 28 Mei 1945.

BPUPKI melaksanakan persidangan selama dua kali, yaitu pada 29 Mei sampai 1 Juni 1945 dan 10-17 Juli 1945. Sesuai tugas yang diberikan kepada BPUPKI, penyelidikan usaha-usaha kemerdekaan Indonesia ditingkatkan menjadi mempersiapkan kemerdekaan dengan cara merumuskan dasar negara sebagai landasan negara untuk negara yang akan dibentuk.

Selain perjuangan yang dilakukan dalam sidang BPUPKI, pejuang Indonesia  tetap dilakukan melalui gerakan perlawanan di bawah tanah.

Setelah BPUPKI menyelesaikan tugas dan melaporkannya kepada pemerintah Jepang, BPUPKI kemudian dibubarkan dan diganti dengan PPKI pada 7 Agustus 1945.

Seminggu berselang, tepatnya pada tanggal 14 Agustus 1945, melalui Radio Suara Amerika, diberitakan bahwa Hirosima dan Nagasaki dibom oleh tentara sekutu, dan mau tidak mau harus menyerah kepada sekutu. 

Dengan tejadinya peristiwa tersebut, Jepang pun tidak lagi memiliki kekuatan untuk melajutkan kedudukannya di Indonesia sehingga terjadilah kekosongan kekuasaan di Indonesia pada saat itu.

Kondisi kekosongan tersebut digunakan rakyat Indonesia untuk menyusun naskah proklamasi di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda, Jalan Imam Bonjol, Jakarta dan memprolamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta. Naskah proklamasi tersebut disusun oleh Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Mr, Achmad Soebardjo.

Proklamasi merupakan momentum pembebasan dan berakhirnya penjajahan, mengantarkan rakyat Indonesia untuk memulai kehidupan bernegara dan melanjutkan cita-cita perjuangan sebagai negara yang merdeka.

Indonesia Setelah Kemerdekaan

Gambar: Zenius.net

Sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia, sejarah bangsa Indonesia dimulai dari sejarah menyusun pemerintahan, politik, dan administrasi negara. Landasan yang dijadikan pijakan adalah konstitusi dan ideologi. Atas dasar tersebut, pada tangggal 18 Agustus 1945, diselenggarakan sidang PPKI yang berhasil menetapkan Undang-undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara dan menetapkan Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden.

Dalam rapat  BPUPKI yang membahas rancangan undang-undang dasar, permasalahan bentuk negara menjadi salah satu bahasan yang diperdebatkan secara serius. Usulan bentuk negara yang muncul pada waktu itu negara kesatuan dan negara federal. Namun kemudian disepkati bentuk negara Indonesia adalah kesatuan, sebagaimana yang tertera dalam pasal 1 ayat   (1) UUD 1945.

Pilihan  BPUPKI ini tidak lagi dipersoalkan ketika pada 18 Agustus 1945 PPKI menetapkan Undang-undang Dasar 1945 sebagai Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Soekarno mengulas  pemikiran bahwa nasionalisme  Indonesia atau negara kesatuan adalah sebuah takdir. Hal ini terungkap dalam pidato Soekarno tanggal 1 Juni 1945.

Keinginan bangsa Indonesia untuk membangun sendiri negara yang merdeka dan berdaulat mendapat tantangan besar dari pemerintah Belanda. Pada tahun 1946, secara sepihak Belanda kembali masuk ke Indonesia mengatasnamakan sebagai pengusaha yang sah karena berhasil mengalahkan Jepang  yang sebelumnya mengambil alih kekuasaan Hidia-Belanda (Indonesia) dari Belanda.

Menghadapi situasi semacam ini, timbullah semangat revolusi kemerdekaan Indonesia yang mengakibatkan Indonesia yang baru merdeka harus secara fisik berperang melawan Belanda yang ingin merampas kembali kemerdekaan Indonesia.

Perjuangan  mempertahankan kemerdekaan tersebut melewati beberapa episode penting yang mengombinasikan antara perang fisik dan perang diplomasi atau perundingan-perundingan dalam kurun waktu 1945-1949.

Pada 19 Desember 1948, akibat serangan Belanda yang berhasil menguasai Yogyakarta waktu itu dijadikan sebagai ibu kota Republik Indonesia, sidang kabinet Republik Indonesia yang dipimpin oleh wakil presiden Moh. Hatta memutuskan untuk memberikan mandat kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara agar membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDPRI).

Berdirinya pemerintah darurat memiliki satu arti penting, yakni Indonesia masih memiliki eksistensi ketika terjadi penyerangan dan penguasaan yang dilakukan Belanda. Walaupun merupakan pemerintahan hasil pelimpahan kekuasaan dan bersifat sementara, PDRI telah menjadi satu mata rantai sejarah yang berhasil membentuk Indonesia. Pada saat berdirinya, PDRI melakukan berbagai upaya perlawanan terhadap Belanda baik melalui jalur militer ataupun melalui jalur diplomasi.

Melalui jalur  militer ditandai dengan didirikannya beberapa pangkalan militer dan dilakukannya upaya perlawanan dan gerilya. Dalam bidang diplomasi, pada saat berdirinya PDRI berhasil dilakukan upaya perundingan antara pihak Indonesia dan pihak Belanda yang menghasilkan kesepakatan untuk mengembalikan Yogyakarta kepada Republik Indonesia.

Dalam sejarah kemerdekaan, Belanda terus merongrong kedaulatan Negara Indonesia. Mempertahankan negara dengan semangat "Sekali merdeka tetap merdeka"  dan untuk menghindari jatuhnya korban akibat agresi Belanda, para pemimpin bangsa  bersedia melakukan perundingan, seperti Perjanjian Linggar Jati (25 Maret 1947), Perjanjian Renville (8 Desember 1947) dan Konfrensi Meja Bundar (23 Agustus 1949), dan puncaknya pada 27 Desember 1949, akhirnya Belanda   mengakui kedaulatan Republik Indonesia dengan syarat harus berbentuk negara serikat. 

Di dalam negeri sendiri muncul pergolakan, demonstrasi-demonstrasi dan berbagai mosi di parlemen menyusul perubahan bentuk negara dari kesatuan menjadi federal. Pergolakan ini tentunya mengancam  kelangsungan bangsa dan negara indonesia yang baru merdeka, sementara pemerintah Republik Indonesia Serikat tampak pasif dan tidak mengambil inisiatif untuk langkah penyelamatan.

Dalam situasi seperti ini, Moh. Natsir tampil dengan mosi yang meminta pemerintah menyelesaikan persoalan tersebut. Mosi itu kemudian dikenal dengan 'Mosi Integral Natsir"

Mosi Integral Natsir tertanggal  3 April 1950 merupakan momentum sejarah yang mengantarkan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan

Itulah ulasan perjalanan sejarah Indonesia dari masa penjajahan hingga Indonesia Merdeka. 

~Bangsa yang baik adalah bangsa yang mengingat dan menghormati sejarah. Selamat hari Kemerdekaan Republik Indonesia~Dirgahayu Indonesiaku 

#17Agustus1945
#Proklamasi
#IndonesiaMerdeka
#DirgahayuIndonesia
Anti Kopas